Friday, April 20, 2018

Working Memory , Hilangnya Kecekatan, Nalar dan Kebingungan

waznd.org

Working Memory

Setiap semester, saya selalu mengajar tipe mahasiswa yang berbeda-beda. Kadang saya berkata kepada asisten saya, “Kali ini mahasiswa saya pandai-pandai.” Ya, pandai menganalisis, me­lakukan sintesis, menyelesaikan tugas, aktif berpartisipasi, dan sedikit sekali yang tak menyelesaikan tugas.

Kelas seperti itu sangat cheerful, penuh kebahagiaan dan spi­rit perjuangan yang tak ada matinya. Mereka ikut ke mana saya pergi. Ya ke pulau terpencil, ya ke luar negeri. Hadir dalam seminar, ikut rekaman televisi, bermain dalam outbond , berjualan di kaki lima, nonton film, dan sebagainya. Mereka belajar teori sekaligus praktik. Tak mengeluh meski tugas lain juga seabrek-abrek. Melatih otak, keberanian, sekaligus melatih mental. Tetapi di lain kesempatan, saya juga menemukan kelas yang lemot.

Kata anak-anak muda, “Capek, deh!” Anehnya, adakalanya itu juga ada di kelas S-3 yang isinya para dosen, pejabat publik, atau manajer. Selain mereka kurang fokus, tidak jarang saya juga merasa sangat letih ibarat mendorong mobil yang mogok. Tentu saja ini bukan hanya ada di S-3. Kadang juga di program S-1 dan S-2. Sewaktu-waktu kita temui beberapa orang yang lemot mendominasi kelas. Sulit menganalisis, mudah lupa, dan cenderung abai. Akibatnya, kelas menjadi murung seperti kereta api yang lagi langsir.

Mereka hadir tanpa membawa ringkasan dan belum mem­baca buku saat datang ke kelas, “lupa” menyelesaikan tugas, mudah lupa terhadap teori-teori dan bacaan penting yang ba­ru diberikan seminggu lalu, dan seterusnya. Keluhan seperti itu ternyata juga ada di dua sisi: di antara para guru dan pe­gawai di dunia kerja. Belakangan ini kita juga banyak mende­ngar keluhan dari para manajer, birokrat senior, dan para gu­ru tentang hal yang serupa yang diamati mereka di dalam or­ganisasi mereka. Gejala apa ini?

Inilah yang disebut dengan working memory . Untuk menjadi manusia yang memiliki mental sebagai driver , tentu dibutuhkan working memory yang kuat. Artinya, tak mudah lupa dan sigap. Artinya, sistem memori bekerja dan selalu aktif, cekatan. Ini artinya pula, di awal dunia kerja, kita perlu melatih kembali working memory kaum muda agar pikiran mereka tetap aktif, menjadi lebih peduli, lebih cekatan, dan mampu berpikir cepat.

Coba Anda bandingkan mahasiswa-mahasiswa yang datang dari daerah pegunungan yang jauh dari kompleksitas kehidup­an, dengan mahasiswa-mahasiswa yang besar di kota-kota besar. Dilatih oleh lingkungan yang tenang, kurang tantangan, dengan guru-guru yang tak banyak menuntut akan jauh berbeda dengan mereka yang biasa dikejar-kejar, harus lari di tengah lalu lintas yang padat, awas di bus, awas di jalan, awas di kelas. Itulah awalnya.

Hilangnya Kecekatan

Sudah lama kita tidak mendengar kata kecekatan. Seakan-akan ke­cerdasan emosi dan IQ, nilai angka, adalah segala-galanya. Padahal, dulu para orangtua melatih anak-anaknya agar cekatan: cepat kaki-ringan tangan, segera jalankan tugas, bersihkan tem­pat tidur, dan seterusnya.

Belakangan, tubuh kaum muda kita cenderung menjadi agak malas, kurang gerak. Bahkan tanpa harus berpikir, banyak hal bisa datang sendiri.

Di negara-negara industri, problem seperti ini sudah la­ma disadari dan mereka mengambil langkah cepat untuk mem­perbaruinya. Tanpa kecekatan, produktivitas perekonomian suatu bangsa akan terhambat. Orang akan saling menunggu, menjadi penonton dan penumpang ( passenger ), bukan duduk di depan menjadi pengemudi ( driver ). Dijamin dengan upah minimum yang tinggi, suatu ketika mereka akan menjadi sangat menuntut walaupun produktivitasnya rendah.

Working me­mory atau kemampuan mengelola informasi dengan cepat adalah seperti kita melihat komputer yang sedang bekerja mengolah data besar.

Satu data datang, yang lain disimpan sementara, seperti se­buah “ post it notes ” yang menghubungkan pikiran kita dari satu info ke info lainnya. Informasi itu saling berhubungan satu dengan lainnya dan begitu terlatih, kita akan cekatan dalam bertindak, berpikir, dan mengumpulkan sesuatu. Work­ing memory adalah sebuah keterampilan yang dilatih se­dari dini untuk menyimpan beberapa informasi sekaligus, se­mentara informasi yang lainnya terus berdatangan dan kita harus memilih, mendahulukan satu di antaranya, namun tak melupakan yang datang lebih dulu.

Dengan begitu, kita akan tetap ingat terhadap tugas-tugas yang telah disampaikan, keputusan rapat terdahulu, dan se­terusnya. Tentu saja sejak lahir setiap anak memiliki kualitas working memory yang berbeda-beda. Namun jangan lupa, ada perbedaan mendasar antara lupa karena kualitas memori (seperti para orang tua) dengan pelupa karena mengabaikan. Se­cara alamiah kita mudah lupa, tetapi kita bisa mencatat atau merekamnya. Jadi, lupa juga bisa mencerminkan sifat meng­abaikan terhadap komitmen. Tentu saja, ini juga tergantung pada gizi, kebiasaan di rumah, bentuk permainan, dan lingkung­an seseorang berada. Tetapi, guru sering kali membanding-bandingkan anak yang satu dengan yang lain pada usia yang sama karena pada usia kronologis tertentu dipahami seorang anak sudah bisa melakukan beberapa hal sekaligus.

Misalnya, anak usia 5 tahun umumnya sudah memiliki ke­terampilan menyimpan satu-dua informasi yang diingat de­ngan baik. Sedangkan pada usia 10 tahun bisa tiga informasi, dan 14 tahun dapat menyimpan empat informasi lengkap. Tentu saja bukan hanya mengingat. Mereka juga melatih diri menghubungkan logika masing-masing informasi itu, sehingga pada usia dewasa mereka bisa cepat beradaptasi, tidak keras kepala bertahan pada logika-logika yang tak masuk akal, meski saling bertentangan.

Annie Stuart (2013), ahli pendidikan, mengatakan, orangtua dan pendidik sebaiknya mengenal kemajuan kualitas keteram­pilan working memory anak-anaknya. Janganlah kita membiarkan anak-anak hidup seenaknya, boleh melakukan apa saja, dan tidak bertanggung jawab. Maksud saya agar mereka selalu ingat beberapa hal yang menjadi tanggung jawabnya. Semua itu harus dilatih agar mereka kelak mampu menjadi pribadi yang unggul, bukan pelupa yang ignorant (mengabaikan) atau meremehkan.

Kenali tanda-tandanya, berikan tes tertulis dan kirim anak-­anak pada ahlinya untuk dilatih kembali, serta biasakan hidup sehat dalam berpikir. Ia memberikan serangkaian sinyal yang perlu diperhatikan orangtua. Kenali gejala-gejala disorder be­rikut ini: meninggalkan tugas sebelum diselesaikan (misalnya bermain tidak sampai tuntas sudah berpindah-pindah, makan tak mencuci piring), sering berkhayal tanpa kejelasan, tidak me­lakukan pekerjaan rumah yang diberikan sekolah, sering lupa jawaban yang sudah diketahui meski sudah angkat tangan, sering kali kacau dalam menata atau memasang suatu kesatuan, termasuk gagal menyusun dua kalimat yang berdiri sendiri menjadi satu.

Nalar dan Kebingungan

Memang, gagasan ber­pikir akan tampak dalam bahasa dan matematika, tetapi sumber­nya bisa jadi bukan dalam pelajaran yang diberikan para guru dalam bidang bahasa dan matematika. Sumbernya, sekali lagi, ada­lah pada keterampilan berpikir: executive functioning dan working memory yang meliputi banyak hal.

Anak kita perlu mengetahui di mana kekurangan dan ke­lebihannya. Karena mereka dilahirkan dan dibesarkan dengan kualitas yang berbeda-beda. Tentu saja tidak dapat dituntut hasil yang sama. Anak-anak tertentu misalnya mampu berhitung de­ngan angka-angka, yang lain perlu dilatih dengan cara men­dengarkan cerita, ada yang membutuhkan alat bantu visual, musik, dan seterusnya.

Pada waktunya, anak-anak yang dididik dalam keterampilan berpikir yang benar akan mampu keluar dari masalah yang di­hadapinya. Namun, sebagian lagi mungkin saja tak mampu ber­tarung dalam persekolahan biasa, bahkan gagal berinteraksi dalam medan kerja seperti eksekutif lainnya. Tetapi, bukankah dunia ini penuh pilihan? Dalam sebuah e-mail , seorang guru di Amerika Serikat mengaku pada usia 48 tahun ia baru menyadari bahwa sejak kecil menderita executive functioning disorder .

Guru-guru lain sudah lama melihat gejala itu pada diri­nya. Tetapi, ia baru mengikuti serangkaian tes tentang hal ini pada usia 48. Padahal, sehari-hari ia biasa mengajar anak-anak de­ngan learning disabilities . Rekan-rekan kerjanya sering me­nge­luh. Ia menjadi penyendiri dengan rasa percaya diri yang ren­dah, kariernya tidak begitu cemerlang, tetapi dibiarkan oleh lingkungan. Kini, pada usia 48, ia justru menjalani terapi dan merasa selalu ada jalan keluar. Tidaklah ini juga mungkin ter­jadi pada kita?

Cognitive Inflexibility

Anda mau tahu mengapa di sini banyak orang bergelar aka­demis tinggi kurang berhasil, kaku, bahkan frustrasi dalam hidupnya? Pertanyaan seperti ini juga banyak diajukan para sekjen kementerian yang tengah menggelorakan reformasi birokrasi. “Saya heran sekolahnya bagus-bagus, tetapi banyak yang sulit diajak maju dan tak punya inisiatif. Semuanya terpaku pada cons­traint .” Di dalam birokrasi itu sendiri, orang-orang hebat bukan tidak tahu masalah yang dihadapi, melainkan tak ber­daya mengatasinya. Semua orang bekerja under constraint, te­tapi kalau constraint selalu dijadikan alasan, ini sudah menjadi penyakit mental yang disebut cognitive inflexibility.

Tapi nanti dulu, pertanyaan serupa ternyata juga datang da­ri banyak manajer HR yang mulai “trauma” merekrut pegawai yang terlalu pandai, tetapi kurang bisa menerima pandangan lain yang berbeda. Saya pun menganggukkan kepala. Tapi bukankah itu juga terjadi pada mereka yang kurang pintar?

Anak-anak yang memiliki working memory yang kuat dan memiliki kemampuan berpikir kritis dan logis, bisa cepat sukses. Tetapi di mana kemampuan fleksibilitas dan kreativitasnya? Mengapa orang-orang hebat menjadi “kaku”, gagal melihat dan mengambil “kesempatan” emas yang bisa memajukan bangsanya?

Saya bisa bercerita panjang-lebar mengenai Ali (lihat boks Melatih Motorik Executive Functioning pada Anak), tetapi ce­rita ini mungkin juga ada di rumah Anda, di sekitar Anda. Betapa banyak anak-anak yang merindukan masa depannya dari para orangtua penuh kasih sayang. Anak-anak seperti ini belum membutuhkan calistung (baca-tulis-berhitung) seperti yang sering dipergunjingkan orangtua di depan sekolah yang membangga-banggakan anak-anaknya. Anak seakan-akan hebat sudah bisa membaca, berhitung, berbahasa Inggris, menghafal ayat, peta dunia dan sebagainya. Padahal ada fondasi yang ra­puh, yang sering luput dari perhatian kita. Dan itu hanya bisa dilihat dengan hati, dengan kepedulian.

Motorik kasar dan halus butuh perubahan sebelum mereka mengenal hal-hal besar yang sering diributkan guru-guru besar saat mendebatkan kurikulum. Ini modal dasar seorang ber­mental driver . Saya ingin mengajak Anda mengulurkan ta­ngan, meminjamkan kecerdasan untuk membantu mereka, bu­kan untuk adu ideologi, apalagi adu kelihatan pintar. Medan pengabdian dalam pendidikan sangat luas.

Anda, misalnya, tentu bisa bergabung dengan kitabisa.co.id untuk meminjamkan kepintaran Anda, untuk ikut me-lakukan perubahan. Karena, di luar sana ada banyak anak-anak berkebutuhan khusus yang perlu bantuan. Mereka kini sebagian sudah dewasa, sedang berpeluh keringat memasak minyak kayu putih di Pulau Buru, belajar di terminal, dan lain sebagainya. Sebab, perubahan itu memang butuh kolaborasi besar-besaran. Anak-anak kita pasti butuh kasih sayang kita, dan Anda pun pasti bisa.

waznd.org

Thursday, April 19, 2018

Focus dan Self Control

waznd.org

Focus dan Self Control

Istilah executive functioning sendiri kini mulai dipakai para pendidik dan ahli manajemen karena merupakan modal dasar bagi kaum muda untuk menjadi a good driver . Tanpa executive functioning , kaum muda akan berhenti sekolah sebelum selesai, berhenti mendaki sebelum mencapai puncak gunung yang in­dah. Executive functioning diaktifkan melalui tiga elemen psi­kologis yang bisa dilatih, yaitu inhibitory control (tahu dan tidak melakukan apa yang tidak boleh diucapkan/dilakukan) dan self regulation (meregulasi diri), working memory (kemampuan menata informasi dengan tanggap dalam memori), dan cognitive flexibility (kemampuan beradaptasi).

Istilahnya terdengar teknis, tetapi sesungguhnya mudah di­pahami. Inhibitory control intinya adalah pengendalian diri. Kita perlu melatih kaum muda mengendalikan simpul-simpul saraf “liarnya” dalam berhubungan dengan orang lain, sehingga tidak menjadi sosok yang asal bicara, asal bertindak seperti main siram atau tendang hingga mereka dewasa. Persis seperti politisi-politisi atau tokoh-tokoh ormas yang sering membuat sensasi murahan di depan kamera televisi.

Artinya, hidup ini bukan membiarkan simpul-simpul liar itu bekerja otomatis, mengalir begitu saja tanpa mempertimbangkan kehadiran orang lain, tempat, dan waktu. Anak-anak perlu di­latih mengendalikan ego, berpikir dulu sebelum bertindak. Ber­pikir tentang orang lain, membentuk rasa hormat sehingga terbiasa mengendalikan diri. Singkatnya, hidup ini ada aturan­nya. Seorang good driver tak bisa sesuka hati mengemudi­kan dirinya tanpa mematuhi aturan-aturan baik yang tertulis mau­pun tidak.

Apa yang harus mereka lakukan bukanlah berbalas-balas­an (“ tit for tat ”) saat mainannya dirampas, dirinya diolok-olok, di­ren­dah­kan, atau diganggu haknya. Atau saat orang dewasa mendapat informasi yang tidak sesuai dengan keinginannya dan menghadapi perasaan-perasaan pribadinya saat tersinggung dan sebagainya. Mereka yang tak terlatih akan membiarkan dirinya makan tanpa batas, menguras sesuatu tanpa kesadaran bahaya terhadap hidupnya.

Saya ingin mengajak Anda berkunjung ke PAUD-TK Kuti­lang-Rumah Perubahan untuk melihat bagaimana pembentuk­an karakter dimulai dari usia paling dini. Di sana, Anda tak akan melihat sekolah seperti layaknya kelas yang dulu Anda ja­lani. Di sana hanya ada anak-anak yang bermain dan ber­main. Tetapi tanpa disadari, mereka belajar berhitung, men­jalankan role-playing yang ada aturannya. Aturannya adalah sa­ling menghormati, tahu batas waktu (sehingga kalau terlalu lama berebutan peran maka waktu bermain hanya tinggal sedikit), negosiasi, merancang cerita bersama, dan bila harus menggu­na­kan alat permainan (misalnya permainan balok) ambillah secu­kupnya. Maksud saya semampu atau semuat tangan mengambil.

Permainan balok di TK ini juga sangat mengasyikan, siswa-siswi kecil sejak awal harus bermain dalam satu bidang yang ada batasnya, yaitu alas tripleks ukuran 60 cm x 120 cm. Me­ngapa? Setiap anak harus tahu bahwa hidup ini ada aturan dan batasan-batasannya.

Saya bisa paham karena anak-anak yang tidak dibatasi bisa menjadi sangat liar, sangat bebas. Dan begitu kita tidak mem­bentuknya sedari dini, maka kita pun akan menyesal. Tetapi ini belum cukup. Kita tidak bisa asal membatasi. Anak-anak ju­ga butuh kreativitas, perlu diasah cognitive flexibility -nya agar mudah beradaptasi dalam berbagai situasi yang berubah. Anda tahu di atas papan tripleks itu anak-anak bisa membuat po­tongan balok-balok ringan itu menjadi apa? Kalau Anda datang ke TK ini, pasti Anda akan terkejut betapa hebatnya daya imajinasi anak-anak kampung yang dididik oleh guru-guru hebat. Mereka bisa membuat Kapal Titanic yang indah, Masjid Istiqlal, Gereja Katedral dengan menaranya, atau bangunan-bangunan lain yang tak terbayangkan. Itulah benih-benih kreativitas.

Jadi, membentuk karakter dimulai dari usia dini, termasuk di dalamnya adalah kemahiran mengendalikan perhatian se-hingga mampu fokus dan respek terhadap orang lain yang sedang bersama mereka.

Saat mereka menjadi orang yang lebih dewasa, ketika me­nyetir mobil, tentu mereka harus fokus terhadap jalan, bukan terhadap hal-hal lain seperti layar televisi, SMS, atau me­dia sosial. Anak-anak yang terlatih fokus akan lebih menikmati “pengalaman” mencapai sesuatu, ketimbang sesuatu itu sendiri (yang telah tercapai). Mereka kelak bisa membedakan capek fisik—sehingga cepat menyerah karena ingin cepat-cepat me­nikmati secara duniawi dan menjadi the campers (berkemah se­belum puncak), atau bergerak terus—menjadi the climbers yang menikmati perjalanan seakan tanpa letih (Stoltz, 1999).

Maka itu, melatih anak-anak fokus adalah melatih diri mereka agar terbiasa hidup dalam aturan yang disepakati, yai­tu fokus pada kesepakatan, mengabaikan hal-hal yang tidak pen­ting, dan tak pulang sebelum selesai. Dulu saya pikir, melatih hal-hal seperti ini sulit sekali. Ini ada benarnya, sebab berkali-kali saya “dikerjai” orangtua murid untuk mengajar di depan anak-anak mereka yang masih duduk di bangku TK dan SD, dan saya menyerah. Ampun, mereka tidak fokus.

Saya juga pernah membawa seorang jagoan hipnotis untuk menghibur anak-anak di rumah baca kami di Rumah Perubah­an. Waktu itu, kami belum memperkenalkan metode yang me­latih mereka meregulasi diri dan fokus. Ternyata, ia pun me­nyerah. Konon, anak-anak yang tak fokus itu sulit sekali di­hipnotis. Mereka terlalu riang dan lepas, bicara sendiri-sendiri dengan kelompoknya, sedangkan anak-anak yang jahil menjitak kepala temannya dari belakang.

Rupanya, melatih anak-anak seperti itu ada metodenya se­perti yang saya jelaskan di atas. Anak-anak bisa begitu fokus, bisa tetap kreatif dalam aturan yang disepakati. Dan setelah men­dalami konsep ini, saya mengatakan pada orangtua dan guru, inilah executive functioning .

waznd.org

Wednesday, April 18, 2018

Pegawai dan Staf Kita

waznd.org

Pegawai dan Staf Kita

Saya pikir, bukan cuma anak-anak kita yang punya masalah. Pegawai, staf, bahkan atasan kita juga banyak yang menyimpan masalah. Seperti yang saya uraikan dalam Bab 2–5, pegawai-pegawai itu banyak yang telah terpola menjadi manusia pas­senger . Bahkan ditemui pula sejumlah bad passenger . Ini ten­tu masalah besar bagi pengaderan eksekutif bisnis dan kepemim­pinan di birokrasi.

Mentalitas passenger pada dasarnya terbentuk karena kurang terlatihnya life skills seseorang sehingga individu itu menjadi tidak cekatan dan terbelenggu. Executive functioning dan self re­gulation -nya tidak jalan. Terdapat indikasi kuat anak-anak muda sangat tidak fokus dalam bekerja. Pikirannya bercabang-cabang. Lambat laun mereka akan sangat mengandalkan corpo­rate branding sehingga perusahaan tumbuh karena customers atau clients yang datang sendiri. Inisiatif mereka untuk menda­tangi dan melayani kurang kuat. Umumnya punya ilmu, te­tapi—maaf—“malas” menggunakan ilmu-ilmu yang mereka miliki untuk berpikir, menganalisis, mencari penyebab, dan memecah­kan masalah-masalah yang dihadapi.

Nanti, begitu datang pimpinan yang cekatan dan mempu­nyai kemampuan entrepreneurial yang kuat, barulah mereka pontang-panting belajar lagi. Tak semuanya bisa ikut. Sebagian malah marah-marah ketika dipaksa berpikir, dan “ bar ” (garis bawah target)-nya dinaikkan.

Lebih jauh lagi, kalau tidak kita bentuk, maka mereka akan lebih banyak mengeluh karena semakin hari semakin terlihat ti­dak berkarya, lalu terancam berbagai sanksi. Mulailah mereka merasa diperlakukan kurang adil karena gaji teman-temannya yang lebih muda naik lebih cepat, posisi para driver melonjak tinggi sementara mereka tetap di bawah. Menjadi complainer dan terlihat kumuh, kurang mampu membeli kesejahteraan dan kebahagiaan.

Mereka menjadi bad passenger yang mudah tersulut ge­rakan-gerakan sakit hati. Lalu, mereka akan berlindung pada organisasi-organisasi yang didirikan kalangan pecundang ( losers ). Mereka lalu dapat bergabung dan mendompleng ke dalam kegiatan-kegiatan perlawanan terhadap perubahan dengan satu senjata: demonstrasi dan pemogokan kerja.

Sekali lagi, perhatikanlah diagram yang ada di bab 2–5 seperti ini.

Setiap passenger bisa memilih, menjadi bad or good , atau sekalian menjadi bad driver. Dan, perusahaan atau institusi pun punya pilihan: memasukkan mereka ke dalam “lemari es”atau melakukan transformasi. Pengalaman kami di Rumah Perubahan menunjukkan transformasi harus dimulai dari upaya sungguh-sungguh untuk mengubah para passenger ini menjadi good passenger , lalu menjadi good driver . Memberikan mereka pelatihan-pelatihan manajerial saja takkan membuahkan hasil yang bermanfaat.

Executive Functioning

Saya ingin kembali ke dunia yang tengah dihadapi oleh kaum muda, yang kelak akan juga menjadi eksekutif. Anak-anak kita dan para pekerja (serta eksekutif) muda menghadapi dunia baru yang benar-benar berbeda dengan kita, sehingga mudah sekali “berpaling” dari hal-hal rutin seperti sekolah dan belajar. Sekali lagi, pahamilah bahwa mereka hidup dalam dunia yang penuh dengan “gangguan” ( distraction ), seperti media sosial dan telekomunikasi yang saling bersahutan. Kita semua akan sangat kesulitan menjaga dan membimbing anak-anak kita bila modal dasar executive functioning tidak ditanam sejak dini. Apalagi bila sekolah hanya fokus pada angka dan huruf, seakan-akan pe­ngetahuan dan rumus adalah segala-galanya.

Menurut berita yang saya baca, Dul (AQJ) ternyata sudah sejak bulan Juni (2013) tak sekolah (kasus tabrakannya terjadi September 2013). Saya tak tahu tentang kebenaran berita ini. Tetapi Minggu dini hari itu ia masih mengendarai mobil, meng­antar pacar lewat jalan tol, tentu dapat mengindikasikan anak itu (ini juga bisa terjadi pada anak-anak kita, bukan?)

telah hidup dalam abad distraction . Dan, kemungkinan mengalami kesulitan untuk fokus sekolah dan belajar. Studi-studi tentang executive functioning antara lain bisa kita temui dalam buku Ellen Galinsky dan Debora Philip ( Mind in the Making: The Seven Essential Life Skills Every Child Needs , 2010).

Mereka menemukan, pada abad ini, kaum muda perlu menda­pat fondasi hidup yang jauh lebih penting dari sekadar tahu angka dan huruf. Kaum muda itu perlu dilatih tiga hal: working memory, inhibitory control , dan cognitive flexibility. Ketiga hal itulah yang akan membentuk generasi emas yang bertanggung jawab dan produktif. Mereka sedari dini perlu dibentuk untuk bekerja secara efektif, fokus, tahu dan bekerja dengan aturan, sikap positif terhadap orang lain, mengatasi ketidaknyamanan dan permintaan yang beragam, serta cara mengelola informasi yang datang bertubi-tubi.

waznd.org

Tuesday, April 17, 2018

Epilog Mempersiapkan Anak-Anak (dan Sumber Daya Manusia Kita)

waznd.org

Epilog Mempersiapkan Anak-Anak (dan Sumber Daya Manusia Kita)

M unculnya eksekutif-eksekutif andal tentu tidak lepas dari peran keluarga. Emirsyah Satar, Ignatius Jonan, Joko Widodo, Dahlan Iskan, RJ Lino, Sehat Sutardja, dan banyak eksekutif top Indonesia lainnya tentu tidak muncul begitu saja. Juga mereka tidak jadi he­bat hanya semata-mata karena training-training yang mereka dapatkan dari pendidikan formal di dalam perusahaan atau almamater mereka masing-masing. Sa­ma seperti Sano Ami, Theodore Roosevelt, dan Barack Obama.

Di seluruh dunia, benih-benih bagus ini pertama-tama dibentuk oleh keluarga, dari rumah. Oleh ka­rena itu, pada bab ini, saya akan menekankan pada as­pek executive functioning , semua modal ekonomi satu bangsa yang berasal dari pembentukan mental se­masa muda. Pembentukan mental itu mencakup keterampilan-keterampilan hidup dasar yang mem-bentuk fondasi kepemimpinan se­seorang, sekaligus fondasi ekono­mi satu bangsa.

Saya ajak Anda mengenang ke­jadian berikut. Ini tentang ki­sah anak berusia 13 tahun, yang sudah dilepas ayahnya mem­bawa mobil sendiri pada tengah malam dan berakibat kecelaka­an yang menewaskan banyak orang.

Pembentukan mental itu mencakup keterampilan-keterampilan hidup dasar yang membentuk fondasi kepemimpinan seseorang, sekaligus fondasi ekonomi satu bangsa.

Memang, ia ditemani sese­orang, tetapi ia juga masih ter­bi­lang bocah. Ia bukan mengemudi di dekat rumah dengan peng­a­wasan orangtua, melainkan di ja­lan tol, menempuh jarak yang ter­bilang jauh dari rumahnya di Pondok Indah. Kecelakaan maut itu terjadi pukul 00.45 WIB di KM 8 Jalan Tol Jagorawi. Dan apesnya, enam orang tewas, dan beberapa anak langsung menjadi yatim piatu.

Anda benar, itulah kasus yang menimpa putra selebritas Ah­­mad Dhani, AQJ (Abdul Qadir Jaelani, atau Dul) yang ka­susnya sudah diputus pengadilan belum lama ini. Kasus ini men­dapat perhatian luas di seluruh negeri. Menyangkut rasa keadilan dan menyentuh para pendidik tentang apa yang tengah terjadi di kalangan kelas menengah kita dan kaum muda.

Ini tentu sangat memprihatinkan. Namun, setiap kali me­li­hat bagaimana masyarakat mendidik anak-anak, saya sebenar­nya sangat khawatir. Tak dapat dimungkiri, tumbuhnya kelas menengah telah menimbulkan gejolak perubahan yang sangat besar. Dan ini menjadi benih lahirnya passenger nation , atau malah bad driver nation , yaitu bangsa yang disandera manusia-manusia bermental bad passenger atau bad driver .

Reaksi orangtua terhadap ancaman hedonisme di sini sangat ekstrem: Yang satu mengekang habis anak-anak dengan dogma, agama, dan sekolah sehingga melahirkan anak-anak alim yang amat konservatif. Corriveau, Chen, & Harris (2014) dalam stu­dinya menemukan, anak-anak yang dididik dengan cara yang demikian kelak akan kesulitan membedakan fakta dengan fiksi. Yang satunya lagi sebaliknya, memberi materi dan servis tiada batas sehingga menjadi amat liberal.

Di segmen keluarga kelas menengah-atas, anak-anak diberi­kan mobil. Sedangkan di segmen bawah menuntut dibelikan se­peda motor meski usianya belum 17 tahun. Kebut-kebutan men­jadi biasa, korban pun sudah sangat sering berjatuhan. Karena mereka bukan siapa-siapa, maka kecelakaan dan kematian yang ditimbulkan tidak masuk dalam orbit media massa. Kematian yang ditimbulkan AQJ dan anak-anak yang jatuh dari sepeda motor lainnya mengirim sinyal penting bagi kita semua.

Business Class

Di pesawat terbang, mungkin hanya di Indonesia, Anda bisa me­nyaksikan banyak keluarga muda membawa anak-anaknya duduk di kelas bisnis. Dua orang babysitter , duduk sedikit di belakang, tak jauh dari batas kelas eksekutif mengawal anak-anak yang sudah bukan bayi lagi itu. Pada masa liburan, bukan hal aneh menemukan keluarga para eksekutif bisnis menunggu di business lounge , dan naik pesawat dengan tiket termahal.

Sayang sekali, anak-anak tersebut belum dididik layaknya ke­las menengah. Berteriak-teriak di antara kalangan bisnis, ma­kan tercecer di jalan, dan memperlakukan pramugari se­perti pembantu di rumah. Sebentar-sebentar bel dipijit, dan pra­mugari bolak-balik sibuk hanya melayani dua orang kakak-ber­adik yang minta segala layanan. Menjelang tiba di tujuan, orangtua baru mulai menyentuh anak-anaknya, dibantu babysitter yang terlihat gelisah.

Jarang ditemui percakapan yang memotivasi, atau mengajar­kan sikap hidup. Paling banter, mereka bermain video games dari iPad orangtuanya. Padahal di luar negeri, iPad adalah alat kerja eksekutif yang dianggap barang mewah.

Jadi, karakter positif anak-anak tak terbentuk. Sikap sosial­nya, termasuk modal dasar sebagai executive functioning dan self regulation tidak terproses dengan baik. Orangtua hanya fo­kus pada kemampuan anak berhitung dan membaca. Padahal, me­reka juga harus pandai mengelola “ air traffic control ” yang ada dalam pikiran anak-anaknya agar kelak mampu menjadi insan mandiri yang bertanggung jawab.

waznd.org

Monday, April 16, 2018

Life is simply too Short To Tolerate Such alittle Negligible Things

waznd.org

Life is simply too Short To Tolerate Such alittle Negligible Things

People who bring you down. - Relationships ought to assist you, not hurt you. pay time with nice those who ar sensible, driven and likeminded.

A work atmosphere or career field you hate. - do not choose the primary or second career field you dabble in. Keep looking. Eventually you may notice work you like to try to to. If you catch yourself operating onerous and fond each minute of it, don't stop. you are on to one thing massive. as a result of exertions is not onerous once you focus on your passions.

Your own negativity. - bear in mind of your mental self-talk. we have a tendency to all speak taciturnly to ourselves in our heads, however we have a tendency to are not perpetually responsive to what we're oral communication or however it's moving US. begin paying attention to your thoughts.
Unnecessary miscommunication. - Say what you mean. Mean what you say. Speak clearly. raise queries. Clarify things till you perceive them.

A confused living and dealing house. - Clear the muddle. Get eliminate stuff you do not use.

Your own timing. - get on my feet half-hour earlier thus you do not have to be compelled to rush around sort of a mad man. That half-hour can assist you avoid rushing tickets, timing and alternative excess headaches.

Pressure to suit in with the gang. - ofttimes, the sole reason others wish you to suit in is that after you are doing they'll ignore you and move their business. do not adjust. Be you, as a result of that is the solely person you'll be.

An unhealthy body. - Your health is your life. do not let it go. Eat right, exercise and acquire associate degree annual physical check-up. The body is associate degree perceptive and entertaining  scan on this subject.

Fear of modification. - Life is modification. daily is totally different. daily may be a new starting and a replacement ending. Embrace it and build the simplest of it.

All work and no play. - get pleasure from yourself and have a touch fun whereas you'll. If you are smiling, you are doing one thing right.

People or beauty ads that cause you to feel inadequate. - beauty attract the eyes. temperament attracts the guts. Be proud to be you. you're already stunning.

Not obtaining enough sleep. - A tired mind is never productive.

Doing an equivalent precise factor over and another time. - you're the total of your life experiences. The a lot of you expertise, the a lot of attention-grabbing your life gets.

Personal greed. - do not let greed and deceit get the simplest of you. Greed can bury even the lucky eventually.

A mounting pile of debt. - perpetually live well below your suggests that. do not buy stuff you do not want. perpetually sleep on massive purchases. produce a budget and savings set up and stick with them.

Dishonesty. - Living a lifetime of honesty creates peace of mind, and peace of mind is valuable. Period. do not be dishonest and do not place up with those who ar.

Infidelity. - Intimate relationships ar a sacred bond - a circle of trust. If each parties are not 100 percent aboard the link is not value fighting for.

An unsafe home. - If you do not feel safe reception you may ne'er feel safe anyplace. Build a fond social unit in a very safe space that you just ar proud to decision 'home.'

Being unprepared. - Life is unpredictable. and there is an enormous distinction between being afraid and being ready. perpetually be ready.

Inaction. - Either you are going to require action and seize new opportunities or some other person can. you cannot modification something or build any form of progress by sitting back and brooding about it.

waznd.org

Sunday, April 15, 2018

Discover Your Energy sort

waznd.org

Discover Your Energy sort

Do you pay nonce or does one pay most of some time Doing?

Each one folks naturally gravitates a lot of towards one amongst these energies. These energies square measure each necessary to attain harmony in life. they will be delineate as a feminine energy and a male energy.

Examples of the Be energy embody reflective, going for a knowledge walk, reading, meditating, developing your inner self.

The Do energy is: the list of things to urge done, the work activities and social events you participate in, and keeping your home organized.

Our society places a lot of price on the Doing and fewer price on the Being. people square measure typically judged negatively if they're not ceaselessly Doing. Work environments typically play on people's feelings so as to urge them to try to to a lot of. Yet, an excessive amount of Doing leaves one with no time to arrange, to guage and to regulate the course of one's life path. It will result in feelings of stress, and of disappointment.

Stress from gravitating towards an excessive amount of Doing brings one out of alignment, out of harmony and creates a scenario wherever one's body are often Dis - mitigated. The overdoing will result in an opening down so one needs to subsume the broken relationship, the health issue or alternative major inconveniences. Doing an excessive amount of, will find yourself taking you longer to accomplish and attain your required destination.

When there's a balance between Being and Doing we tend to tend to be able to move faster towards the specified finish. The mind and also the body square measure calmer. Solutions square measure thought of a lot of promptly.

From my very own personal expertise currently that I even have given myself permission to only Be, I truly notice that I even have a lot of energy and attain a lot of. I create higher selections and that i am a lot of happy with myself, with others, and also the world.

As a mom, an instructor of young youngsters and teenagers, member of the many committees and enterpriser, I even have come back to a way larger understanding and appreciation of the worth of Being versus ceaselessly Doing. You see life has this uncanny ability to supply U.S.A. things wherever we tend to get to be told and integrate the kind of energy we tend to square measure immune to.

Now you'll be thinking that i'm advocating holding go fully of goal setting and to try to to lists. that's not the case! it's giving your self time to rejuvenate and to grow in order that the Doing flows a lot of simply and a lot of effortlessly. it's eliminating cyanogenic habits from your life.

If you've got been Doing for an extended time it are often terribly troublesome to start out taking trip for yourself. begin with twenty minutes daily. Being at the start of the day gets you in a very positive frame of mind and it will increase your ability to form higher selections. Being at the tip of the day calms and quiets the mind in order that sleep is deeper and a lot of refreshing. That precious time can raise your upbeat and increase your sense of peace. Once you've got old the advantages of a lot of Being, you will not wish to travel while not.

You may got to undergo the steps of cathartic false beliefs and begin basic cognitive process that you just square measure meriting, and worthy. unharness the necessity or (in my case) addiction to please everyone. nobody can hand this point to you. you want to create some extent of effort it yourself.

Highly productive folks have a good sense of harmony once it involves the Be and Do energies.

The Power Is In Your Hands

waznd.org

Saturday, April 14, 2018

Place Your Order!

waznd.org

Place Your Order!

So last month I wrote regarding taking your second serving to.

"I incomprehensible  it! nice, currently what ought to I do? I will not perceive this text, i am leaving!"

Relax. Count to 10. i would not do this to you. you'll realize the data you incomprehensible  last month here) currently go get your milk and cookies and so browse on.

This year goes to be massive. Why? as a result of you're reaching to build it massive. however ar you reaching to build it big? you're reaching to Place Your Order.

"Ooooooh, Ryan are you able to please tell Pine Tree State more!"

Usually, once you enter a edifice, the primary factor you are doing once you've got been sitting, is explore the menu. You get to envision all of the appetizers, entrees, sandwiches, desserts and drinks and you get to decide on no matter you want! however specific {are|ar|area unit|square Pine Tree Stateasure} you once you order? If you're something like me once you order, you're utterly specific regarding what you would like. A typical order from Pine Tree State at a edifice may go one thing like this, "I would really like the backwoods bacon burger with no tomatoes, extra mayo, on a full wheat staff of life, pickles, french-fried potatoes - well done, dressing on the facet for my fries associate degreed an fruit juice to drink" - i do know what i would like.

Do you?

Of course, i'm not simply talking regarding food. i'm talking regarding you and therefore the stuff you're obtaining these days, tomorrow - and therefore the remainder of your life for that matter. does one grasp what you want? have you ever placed your order? Last month I talked regarding making your personal menu, seeing what it's that you just need to try to to, what you would like to own, wherever you would like to travel and United Nations agency you would like to become, well currently it is time to put associate degree order for your life.

Do you need a lot of confidence? higher grades? ar you an instructor United Nations agency needs to own a larger impact on your students? ar you a parent United Nations agency needs to boost your relationship together with your kids? Place your order! And be as specific as doable, even as you'd if you were in a very edifice. you'd ne'er enter a edifice and tell the server to bring you out some "food"! you'd place a selected order to form positive you get what you wish.

Be as specific as you'll be at this point. If you would like higher grades, what grades does one need and in what subjects? If you choose you would like to be accepted into faculty, that colleges? If you would like a lot of confidence, what will that seem like for you? a lot of confidence in what areas? If you would like to own a larger impact on your students, what will that seem like, however does one need to own a larger impact? In their studies? In their lives? does one see wherever i'm going with this?

The those that get what they require from college, work, relationships and lives generally, ar perpetually putting their order! They grasp that if they do not place their order, likelihood is that, they will not get one thing they like! {they ar|they're} perpetually viewing the menu they need created and are deciding to own the things that they love.

Placing Your Order is a very important step to form Your Own Lunch?. If you do not place your order, you would possibly find yourself with one thing you hate, or perhaps worse, nothing in the slightest degree.

Oh yeah, if you're unaccustomed the full build Your Own Lunch? factor, check ) to urge caught up!

waznd.org

Friday, April 13, 2018

Make Changes In Your Life while not dynamical WHO you're.

waznd.org

Make Changes In Your Life while not dynamical WHO you're.

How many folks will relate thereto feeling wherever they need needed to alter one thing regarding them self or the means they live their life. additional typically than not once someone believes that they have to require another direction in life or worry over their teeth not being straight or their nose is roaming too so much or that they're to fat is sometimes caused due to the means they're feeling at that specific time.

If you've got your health then you've got happiness and if you've got happiness you haven't got a care within the world therefore so desirous to amendment no matter it absolutely was you needed to alter before being given a clean bill of health is of no major threat in wanting changes in your life any longer.
How you'll create changes in your life while not dynamical WHO you're can embody endorsing a positive angle towards life generally and to suppose otherwise regarding what it's you would like to alter

3 Examples below:

1 If it's a facial feature you're not pleased with just like the lips having no robust kissable curve or if your nose is simply too massive then why not {consider|think regarding|contemplate|take into account} doing one thing about it rather than creating any rash selections which can entail undergoing face lifting of which may solely augment your downside if the operation isn't palmy. you'll be shocked simply however exciting and profitable it is, to show ugly into stunning, naturally. With numerous sorts of cosmetics specially developed for this reason and also the right recommendation, the duckling turns swan.

2 folks tend to feel at their lowest over money problems, worry may result in an exceedingly person desirous to look for amendment and move away, what's horrifying regarding this is often, is that their call is formed by their pocket (a situation) and not by them. For some, debt is somewhat inescapable i.e. job loss or wherever ill health prevailed, cash issues have many folks trying to alter however they live or worse still finish their living altogether. Mounting debt can still rise a bit like your pressure level if you continue troubled to create payments you'll "ill afford" therefore creating you sick that you'll "ill afford" to possess happen, wherever no payments square measure created the least bit. a way to overcome {this is|this is often|this will be} by chatting with somebody within the line of credit agency WHO can advise you on however you'll amendment payments creating them cheaper.

3 If you reside round the corner to the neighbour from hell, then you'll contemplate moving, but might|this might|this could} not be another for a few people WHO may love and have lived all their lives within the neighbourhood or face issues find an acceptable new home, if this be the case, then do your best to just accept your neighbours and their antics. it's at this point that those positives you've got in thought can encourage you to ignore and pity these folks "for they understand not what they do" Strength in mind body and soul can leave you the foremost superior wherever you discover cope additional simply.

Wanting amendment in life disturbingly additional typically than not leaves many folks with such a lot negativity in thought that is therefore powerful that they see no means forward, if you'll eliminate the negative thoughts and alter your means of thinking with additional positives then you'll challenge any causes for you wanting changes in your life. keep in mind "mind over matter."If do not|you do not} mind then it don't matter"

waznd.org

Thursday, April 12, 2018

Panic Attacks ?

waznd.org

Panic Attacks ?

Positive-Thought-Redirection? may be a good way of managing intrusive, negative thoughts. As negative thoughts appear throughout your lifestyle, you issue a ?stop? command that acts to prevent the negative thought in its tracks.

Once the spare, negative or onerous thought is stopped, you then airt your mind to a additional positive considered things you're attempt.

The method of redirecting your thoughts is a very important part of with success victimization this process. However, particularly at the spur of the instant and besieged from the potential anxiety you're facing, it's onerous to airt your thoughts to a additional positive framework as a result of you can?t think about something positive.

As a beginner, it's necessary to form a listing of positive thoughts that you simply will use for redirection. write a listing and consult with this list as want be. By doing the thinking before hand, you don?t have to be compelled to face the pressure within the interior of AN anxious moment.

Here area unit some samples of positive thoughts that you simply will use for redirection:

1. I actually have been anxious before and have survived or succeeded (depending on the situation)
2. i'm assured I will management my anxiety with the techniques I actually have learned.
3. i'll have a good time at ?.. (insert occasion)
4. i'm with my (safe person) and that they can facilitate ME if I actually have any issues

This is simply the start of the list that you simply can produce. The necessary factor is to concentrate on the positives and not hesitate the negatives. instead of thinking however huddled and miserable you'll be at the rostrum and the way you'll most likely run screaming from the show hyperventilating, rely on the last time you visited see a show and had a decent time or the last time you were during a huddled place and smiled.

Now that you simply area unit armed with positive thoughts to airt your mind to, the secret is stopping the thought once it pops up in your mind. You don?t ought to stop the thought from ever getting into your mind; you simply ought to avoid having it take over your mind.

Once the unwanted thought seems, consciously tell yourself to STOP! Once you have got firmly told the thought to prevent you then use your handy very little list to airt your mind to a additional positive state.

This may sound hokey to some however partaking your mind in actively combating your negative or prejudicious thoughts really works. The key, like several of the techniques delineated  higher than is apply. active this method won't solely improve your ability to have interaction in positive thought redirection however it'll conjointly provide you with larger self-worth that you simply will survive anxiety ridden things. Confidence is 0.5 the battle in managing anxiety.

Practicing the Positive-Thought-Redirection technique involves considering nerve-wracking subjects or things. Envision yourself during a place wherever you're a stressed, at a time after you area unit terribly anxious. Let the sentiments overtake you for one or two of minutes so use your STOP command to prevent those thoughts in their tracks.

Let your mind go blank, if the negativity crops up, issue your stop command once more. Once your mind is obvious, use your positive thoughts to airt your mind. begin by expression your redirected thoughts aloud. this may facilitate to bolster them.

As you apply and become higher at this method, you won?t have to be compelled to be as purposeful concerning it, you'll be able to get laid quickly, in your mind, while not pertaining to lists or speaking aloud.

waznd.org

Wednesday, April 11, 2018

Love Yourself : Stop Self-destruction

waznd.org

Love Yourself : Stop Self-destruction

One of the foremost powerful lessons in my life was the notice that enamored myself is extremely key to my happiness and emotional well-being. it's a proven fact that many folks aren't even aware that enamored ourselves may be a powerful force in our lives and might be accustomed remedy several heartaches and pain. It offers United States of America clarity of mind and motivation to be an improved person and win bigger things for ourselves, our mind, and our body.

Loving yourself isn't to be confused with being self-centred or self-loving that primarily suggests that being engrossed with oneself and one's own affairs. it's not concerning being self-centered and swollen. there's an enormous distinction between these 2.

You need to grasp that after you love yourself you may feel connected with the inner stunning individual that you're within. we have a tendency to area unit all a being lightweight|of sunshine} however that light won't be bright if you fail to spark it and provides it life. to offer it life is to offer it love and once love flows among you, you may begin the method of enamored yourself.

It is harsh to grasp after you don't love yourself. we have a tendency to all presume that we have a tendency to do, we expect its a given. And yet, why area unit there such a big amount of those that enable themselves to lose their power and destruct themselves. perceive this, after you don't love yourself enough or love yourself 1st, you offer permission for negative or sad things to happen to you.

Several symptoms to seem out for after you got to love yourself more:

* after you keep in associate degree abusive relationship and still settle for abuse and hostility. You mistake this to be heroic act to safeguard the relatives, once in point of fact you're simply being insecured. as a result of you do not love yourself enough you veto yourself to ascertain things for what they very area unit.

* after you solve your issues by popping up, or obtaining yourself drunk. after you don't love yourself enough, you permit for these self-abuses for they're nothing quite simply that. bear in mind that your lack of self-love leads you to self-destruction.

* after you suppose you're on the sting and should die and you devise ways in which to kill yourself. If you perceive concerning fate, suicide is against the law of the universe. it's not some time however. Learn to like yourself and you may see the solutions.

* after you get to be fat and ugly and you do not like however you're feeling concerning it. If you like yourself to a tolerable degree, your look and health are going to be necessary to you. after you begin to like yourself you may begin to respect your body and your health.

Understand this, your soul is sacred, honour it. Once you recognize the way to love yourself and love yourself 1st, you may be radio-controlled to form the correct choices, take responsibility for your life, win clarity of mind and peace of heart.

"You will explore the universe trying to find someone United Nations agency is a lot of worth of your love and affectionateness than you're yourself, and you may not realize that person anyplace.? - Anonymous quote.

It has nothing to try to to with not enamored others or not taking responsibility or creating sacrifices for others. Your responsibilities towards alternative don't modification. What has to modification is your angle and responsibily to yourself - if you like yourself solely then you may actually learn the way to like others. what you actually breed, you may sire the advantages of that love. create daily affirmation that you simply love yourself.

waznd.org